Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Secara Mandiri dan Medis

cara menghilangkan bekas jerawat

Daftar isi

Jerawat terkadang bisa membuat kita frustasi, jerawat juga bisa meninggalkan bekas luka di wajah dan pada area tubuh lainnya, beberapa orang menemukan bahwa bekas jerawat adalah sebuah pengingat yang tidak diinginkan akan suatu kondisi yang menyakitkan dan juga menganggu.

Namun, bekas jerawat tidaklah harus permanen, karena terdapat beberapa pengobatan rumahan dan perawatan medis yang dapat membantu untuk menghilangkannya, dalam artikel kali ini, kita akan mempelajari berbagai cara untuk membantu mengurangi munculnya bekas jerawat dan juga membantu kesehatan kulit kita.

Perawatan Bekas Jerawat Secara Rumahan / Mandiri

cara menghilangkan bekas jerawat

Berbagai pengobatan bisa di dapatkan tanpa memerlukan resep, banyak diantaranya dapat membantu orang mengatasi jerawat dan mengurangi munculnya bekas luka yang di akibatkan oleh jerawat.

Asam Salisilat

Asam salisilat adalah senyawa alami yang sering digunakan kedalam bahan produk-produk perawatan untuk kulit berjerawat, asam salisilat membantu membersihkan kotoran dan sel kulit sehingga dapat mencegah penyumbatan pada pori-pori yang dapat menyebabkan jerawat.

Asam salisilat juga dapat membantu mengurangi pembengkakan dan kemerahan pada area jerawat sehingga meminimalkan terjadinya bekas luka atau jaringan parut, bahan ini sangat bermanfaat untuk semua jenis bekas luka, membuat asam salisilat sangat bagus untuk menjadi tambahan dalam rutinitas perawatan kulit harian bagi kamu yang sedang memiliki problem jerawat.

Bagi kamu yang memiliki kulit sensitif mungkin perlu untuk menguji atau mencoba produk yang mengandung asam salisilat di area kecil terlebih dahulu sebelum menggunakannya pada seluruh wajah.

Retinoid

Beberapa jenis retinoid topikal dapat membantu dalam menghilangkan bekas jerawat, seperti yang dicatat di dalam sebuah ulasa pada sebuah jurnal Dermatology and Therapy, retinoid topikal dapat memblokir peradangan, mengurangi lesi jerawat dan mampu mempercepat regenerasi sel kulit.

Penulis pada ulasan tersebut juga menyatakan bahwa retinoid dapat membantu meringankan bekas-bekas jerawat yang telah mengalami hiperpigmentasi, termasuk pada orang dengan warna kulit yang lebih gelap.

Penting untuk diperhatikan bahwa retinoid dapat menyebabkan kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari, bagi siapapun yang menggunakan perawatan dengan retinoid, baik untuk jerawat ataupun bekas jerawat, harus wajib menggunakan tabir surya ketika berada di luar ruangan.

Asam Alfa Hidroksi

Asam alfa hidroksi atau Alpha hydroxy acids (AHA), dapat membantu menghilangkan sel-sel kulit mati dan mencegah pori-pori menjadi tersumbat, para dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan AHA untuk mengobati jerawat dan mengurangi resiko munculnya bekas-bekas jerawat.

AHA adalah suatu bentuk asam ringan yang dapat mengikis lapisan luar kulit untuk dapat menampilkan lapisan kulit baru dan segar yang berada di bawahnya, proses ini dapat membantu problem perubahan warna yang diakibatkan oleh jaringan parut atau bekas luka.

Asam Laktat

Asam laktat dapat bertindak sebagai pengelupas yang lembut untuk menarik sel-sel kulit mati, hal ini dapat membantu mengurangi munculnya bekas luka dan menghaluskan tekstur kulit secara keseluruhan.

Asam laktat juga dapat membantu mencerahkan jaringan parut yang berwarna gelap, meskipun terkadang dapat menyebabkan hiperpigmentasi, karena adanya efek samping ini, cara yang terbaik adalah menguji produk yang mengandung asam laktat pada sebagian kecil area kulit terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk mengobati semua jaringan parut atau bekas luka dan bekas jerawat.

Banyak produk untuk jerawat yang mengandung asam laktat, asam laktat juga terdapat di dalam cuka sari apel yang diencerkan dan bisa menjadi alternatif perawatan yang lebih hemat biaya.

Pengobatan Alami

Banyak orang menggunakan pengobatan alami dalam membantu membersihkan bekas jerawat, tetapi bukti-bukti ilmiah di balik itu semua masih dirasa kurang cukup, beberapa bahan alami didapati dapat menyebabkan iritasi lebih lanjut atau masalah-masalah lain sehingga kita harus juga menggunakannya dengan hati-hati.

Beberapa pengobatan bekas jerawat yang secara tradisional digunakan oleh banyak orang diantaranya :

  • Minyak kelapa.
  • Shea butter.
  • Gel lidah buaya.
  • Madu mentah.
  • Soda kue.
  • Jus lemon.

Perawatan Bekas Jerawat Secara Medis

cara menghilangkan bekas jerawat

Beberapa perawatan secara medis tersedia untuk membantu mengurangi bekas jerawat, seorang dokter kulit dapat merekomendasikan berbagai prosedur yang berbeda tergantung pada jenis kulit seseorang dan tingkat keparahannya.

Perawatan secara medis pada bekas jerawat meliputi :

Pengelupasan Secara Kimia

Seoarng dokter kulit dapat merekomendasikan sebuah jenis pengelupasan yang disesuaikan dengan jenis kulit seseorang, tingkat keparahan jerawat dan bekasnya.

Para penulis di sebuah ulasan pada tahun 2017 seputar perawatan untuk bekas jerawat telah mencatat sebuah penelitian yang menemukan bahwa sebanyak 6 dari 10 peserta yang menggunakan jenis kimia tertentu yang disebut dengan asam trikloroasetat memiliki setidaknya peningkatan sebanyak 70% dalam jaringan parut bekas jerawat mereka.

Pengelupasan jenis kimia lainnya ditemukan kurang efektif, teradpat 25% dari peserta yang menggunakan asam glikolat tidak melihat adanya pengurangan pada bekas luka atau bekas jerawat.

Injeksi / Suntikan

Suntikan kortikosteroid dapat membantu pengobatan jaringan parut pada jerawat yang dapat meningkat keparahannya jika seseorang memiliki bekas luka hipertrofik atau keloid, perawatan ini biasanya terdiri dari serangkaian suntikan, seorang dokter kulit biasanya melakukan suntikan-suntikan ini langsung di tempat praktiknya setiap beberapa minggu sekali dan melakukan pemantauan terhadap hasilnya.

Dermal filler / Pengisi Kulit

Dalam beberapa kasus, para ahli kulit mungkin akan merekomendasikan penggunaan penggisi jaringan lunak untuk mengurangi resiko munculnya bekas luka atau jerawat.

Dokter kulit dapat memilih sebuah pengisi yang terdiri dari sebuah produk yang berbasiskan kolagen, yang mungkin juga membutuhkan pengujian terlebih dahulu terhadap kemungkinan alergi, atau, mengambil lemak dari bagian tubuh lain untuk digunakan untuk proses ini, Mereka juga dapat menggunakan berbagai pengisi komersial lainnya, seperti polimetilmetakrilat (PMMA), asam hialuronat (HA), dan asam poli-L-laktat (PLLA).

Pengisi dermal ini bekerja paling baik untuk bekas luka atrofi, tetapi banyak juga yang bersifat hanya sementara, untuk perawatannya biasanya berlangsung antara 6 hingga 18 bulan, untuk beberapa opsi dengan hasil permanen dapat didiskusikan langsung dengan dokter kulit.

Microneedling

Microneedling adalah sebuah proses memasukkan jarum kecil ke dalam kulit pada area di sekitar bekas luka atau jerawat guna merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak kolagen, kolagen ini dapat mengurangi munculnya bekas jerawat dan juga menghaluskan kulit.

Dalam sebuah ulasan di tahun 2017, microneedling menunjukkan peningkatan positif sebanyak 31 hingga 62% dalam munculnya bekas jerawat, namun microneedling juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, banyak orang yang mengalami kemerahan, nyeri dan pembengakakan setelah menjalani perawatan ini, tetapi efek-efek samping ini seiring waktu akan mereda.

Perawatan Laser

Perawatan laser merupakan sebuah perawatan kulit yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia atau jenis-jenis scrub, perawatan ini akan menghilangkan lapisan kulit paling atas untuk mengungkap sel-sel kulit yang lebih muda yang berada di bawahnya dan dapat membantu mengurangi penampakan jaringan parut dan bekas jerawat.

Namun, perawatan laser tidak cocok dengan semua orang, karena keberhasilannya sebagian besar bergantung pada seberapa parah jaringan parut yang dimiliki seseorang dan jenis kulit yang dimilikinya, perawatan ini juga dapat menyebabkan reaksi pada beberapa orang, terutama bagi yang memiliki jenis kulit sensitif.

Jenis-jenis Bekas Jerawat

cara menghilangkan bekas jerawat

Pilihan perawatan yang sesuai akan berbeda-beda tergantung dengan jenis bekas jerawat yang di timbulkan oleh jerawat, berikut tiga jenis bekas jerawat yang umumnya terjadi :

  • Bekas jerawat atrofi. Bekas luka dari jerawat ini muncul menjadi lekukan-lekukan kecil pada kulit, terjadi karena kulit tidak memproduksi fibroblas dalam jumlah yang cukup untuk membantu proses penyembuhan, fibroblas adalah sel yang berperan penting dalam penyembuhan luka dan sebuah sintesis dari kolagen.
  • Bekas jerawat hipertrofik. Terjadi ketika kulit membuat terlalu banyak fibroblas ketika jerawat mulai pulih, sehingga menyebabkan bekas luka menjadi terangkat.
  • Bekas jerawat keloid. Mirip dengan bekas luka hipertrofik tetapi biasanya jauh lebih tebal dari pada jerawat yang menyebabkannya, biasanya juga memiliki warna yang lebih gelap dari kulit di sekitarnya, bisa berwarna merah atau cokelat, bekas luka jerawat keloid ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti gatal atau nyeri.

Kesimpulan

Bekas jerawat dapat menjadi sebuah tanda membekas yang tidak diinginkan dan mungkin dapat mengurangi rasa percaya diri pada beberapa orang, tetapi bekas jerawat ini tidak berarti harus menjadi bekas yang permanen.

Banyak orang yang telah berhasil menghilangkannya dengan satu atau beberapa dari pengobatan secara mandiri, dalam kasus bekas jerawat atau jaringan parut yang membandel, memperoleh perawatan medis bersama dengan seorang dokter kulit dapat membantu dalam menghilangkan bekas jerawat.

Referensi
The best ways to get rid of acne scars. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324784Connolly, D., et al. (2017). Acne scarring — pathogenesis, evaluation, and treatment options. 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5749614/
Kravvas, G., & Al-Niaimi, F. (2017). A systematic review of treatments for acne scarring. Part 1: Non-energy-based techniques.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5965325/
Leyden, J., et al. (2017). Why topical retinoids are mainstay of therapy for acne. 
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5574737/
Sadick, N. S., & Cardona, A. (2018). Laser treatment for facial acne scars: A review [Abstract].
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30395754

Belum Pakai Zivagold?
Buat kamu yang belum pernah menggunakan produk-produk dari Zivagold atau bahkan belum tahu apa itu Zivagold, yuk klik tombol dibawah ini.